Selasa, 03 Juli 2012

Keajaiban Hidup !!!

Namanya Riko Andrea Wardana. Semua orang kenal dia, cowok berusia 12 tahun yang kehidupannya bak raja kecil. Hidup dengan bergelimangan harta, orang tua konglomerat, ditambah dengan kasih sayang dari kedua orang tuanya yang berlimpah, hidup Riko merupakan impian setiap orang. Papa mama Riko sangat sayang terhadap Riko apapun yang Riko mau, dalam sekejap orang tuanya dapat memenuhinya. Bahkan di ulang tahun yang ke-10, Riko mendapatkan ipod, laptop, sekaligus berlibur ke Singapura sebagai hadiah ulang tahunnya. Sungguh menarik menjadi Riko. Namun disuatu malam Riko yang tak bisa tidur berjalan kearah kamar kedua orang tuanya. Namun bukan ketenanggan yang Rikon temukan, namun ternyata. “Mama ini selalu saja menghabis-habiskan uang papa untuk arisan, belanja dan beli perhiasan mahal seperti ini ? buat apa ma ? beli barang barang nggak berguna seperti ini !”. BRUAK. Papa membanting kotak perhiasan mama. Dan itu sukses membuat Riko yang dari tadi mendengar pembicaraan kedua orang tuanya kaget setengah mati. “Papa sendiri kemana saja selama ini ? Papa selalu bilang ada rapat inilah, dengan klien itulah, padahal papa selama ini selingkuh dengan wanita lain, kan ?” Mama pun berteriak sambil menangis. PLAAKK. Papa pun menampar mama. “Papa berani menampar mama. Pokoknya mulai detik ini mama mau berpisah sama papa.” Pipi mama pun memerah karma tamparan papa “Oke kalau begitu kita pisah!” Riko yang shock langsung berlari kemar dengan tumpahan air mata. Hati Riko benar-benar sakit, melihat mamanya ditampar oleh papanya. Riko menangis dan terus menagis, walaupun riko seorang laki laki, namun tetaplah Riko hanya seorang anak kecil yang masih butuh kasih sayang. Dan sejak malam itu Riko hidup dengan bayang bayang kelam.Keesokan harinya…. “Riko sayang, kenapa sarapannya sedikit banget, sih ? muka kamu kok kusut banget, tidur jam berapa tadi malam ?” mama bertanya dengan lembut seperti tak terjadi apa semalam. “Papa mana, ma? Memang kalau berangkat sepagi ini ya?” “Maaf mama gak tau sayang. Sejak mama bangun papa udah gak ada. Mungkin ada klien penting atau ada rapat mendadak. Tumben sekali kamu nanyain papa ? ada apa?” mama menjawab dengan cuek. Riko yang jengkel dengan sikap mamanya tersebut lalu meninggalkan meja makan. “Sayang kamu kenapa ? sarapannya kan belum selesai. Kok langsung pergi ?” “Harusnya aku yang tanya sama mama kenapa ? Kenapa papa sekarang jarang ada dirumah ? Kenapa papa sama mama jarang pergi berdua ? dan KENAPA PAPA SAMA MAMA BERANTEM TADI MALAM ? apa mama tau betapa sakitnya aku melihat…melihat papa sama mama beratem seperti itu. ?” Riko pun tak kuasa menahan tangis. Ia pun tak peduli lagi harga dirinya sebagai cowok yang katanya pantang menangis. “Sayang kamu dengar…dengar semuanya… mama bisa jelasin semuanya sayang.. ini demi kebahagian kita semua…tolong ngerti.. Riko” “Ini semua buat kebaikan mama sama papa.. BUKAN BUAT RIKO dan asal mama tau Riko kecewa sama mama.” Riko pun meninggalkan mamanya yang menagis sendirian di ruang makan. Riko berlari ke kamarnya lalu membanting pintu kamar dan menguncinya. Riko tak pernah berfikir akan bisa jadi sesedih ini. Meskipun hidup dengan bergelimangan harta. Namun harta pun takkan bisa menyatukan kedua orang tuanya kembali. Riko sangat sedih hingga ia mengurung dirinya sampai fajar kembali keperaduannya. Setelah seharian belum makan, rasa lapar pun dirasakan oleh Riko. Riko pun keluar mencari makanan di dapur. Namun ditengah jalan menuju kedapur, Riko dipangil oleh kedua orang tuanya yang kelihatannya sedang berbicara serius. “Sayang kesini sebentar mama sama papa mau bicara sama kamu.” Riko pun menurut. “Riko mama sama papa sudah setuju untuk berpisah. Dan ini sudah mutlak. Dan mama mau, kamu milih mau tingal sama mama di Bandung atau sama papa di Amerika.” Mama bertanya dengan tegas. Tak ada nada sedih yang terdengar, dan itu membuat Riko semakin sedih. “Tapi ma.. Riko mau tinggal sama kalian berdua.” “Riko tolong jangan membantah. Ini sudah keputusan mama sama papa.” Akhirnya papa yang sedari tadi diam ikut membuka suara. “Oke kalu begitu aku memilih ikut papa di Amerika.” 4 Tahun Kemudian… “Sayang… kamu mau jelasin apa sama mama tentang raport mu ini… semuanya ga lebiih dari 6. Mama selama ini banting tulang sendirian di Bandung untuk kamu.” Semenjak mama dan papanya berpisah 4 tahun lalu, Riko menjadi anak yang amat sangat nakal. Semua nilainya turun drastis, bahkan dia sudah 2 kali di drop out oleh sekolah yang dulu. “Hah.. mama bilang banting tulang??? Banting tulang apanya, kerja mama Cuma duduk dikantor yang megah sambil tanda tangan surat, udah kan...” Riko berkata dengan cueknya lalu berjalan kearah kamarnya tanpa memperdulikan mamanya. “RIKO…..RIKO…. KEMBALI…MAMA BELUM SELESAI BICARA SAMA KAMU… RIKO..” BRUUAAAK. Riko pun membanting pintu kamar lalu menguncinya. Riko memang saaaannggat kecewa dengan kedua orangtuanya. Terutama dengan mamanya, yang telah melarangnya ikut bersama papanya dan memaksa Riko tinggal di Bandung. Slama ini Riko berusaha membuat mamanya jengkel kepadanya. Riko ingin mamanya menyerahkan dirinya kepada papanya di Amerika. Segala cara tlah dicoba sampai sampai Riko sudah pernah merokok, minum minuman keras, hingga menindik lidah dan hidungnya. Namun sia sia. Jika Riko kesal yang dilakukannya adalah menulis puisi. Jauh dilubuk hatinya Riko hanya ingin kedua orang tuanya kembali. Seperti saat ini Riko menulis sebuah puisi. Kapan mereka bisa kembali.Lelah diriku menjadi orang lain..Yang tegar bak besi baja.. Tiap kata yang tertulis tak mempu mengambil sebagian sesalku... Sesal yang tak pernah berujung,, Sesal yang tlah mengambil sebagian hidupku..Lelah debgan semua ini ku terpaksa menangis,,Sudah cukup penderitaan ku,,Ku masih saja munafik..Seolah ku tak butuk mereka..Berusaha cuek sambil berandai andaii,,Berharap mereka tak tau penderitaan ku.. Tak ada yang tau slama ini Riko pandai menulis puisi dan cerita singkat.Riko hanya menulis dengan sesuka hati di buku hariannya. Sepulang Sekolah… “Riko, mama denger kamu ngerokok di sekolah apa benar itu ?”Riko yang baru pulang sekolah langsung dicegat mamanya diruang tamu. “Ooo.. mama sudah pulang…tumben?? Kenapa, perusahaannya hampir bangkrut ya. Ma ?” “ Riko, jaga mulut kamu,, apa yang kamu lakukan ini tlah mencoreng nama baik mama, tau.” Riko sebenarnya sangat terkejut mendengar perkataan mamanya. “Oke kalau begitu Riko akan pergi dari rumah. Biar mama ga malu lagi punya anak kayak Riko.” Riko pun berlari kekamarnya dan membereskan berberapa barang-barangnya. “Selamat tinggal, Ma. Mungkin ini terakhir kalinya aku muncul dihadapan mama.” Riko pun berlalu dihadapan mamanya. “Riko kembali… mama minta maaf sayang…Riko..” Teriak sekencang apapun tak mampu mengaobati sesal dan kecewa di hati Riko kepada mamanya. Sepanjang perjalanan Riko pun tak tahu mau kemana. Kenapa mama seperti itu. Kenapa mama sama papa pisah. Tak tahu kah mereka aku sangat kesepian? Sendirian dijalannan, terombang ambing tak tahu mau kemana. Riko berkata dalam hati. Kesal yang dirasakannya saudah tak terbendung lagi. Setelah berjalan sepanjang siang, Riko pun memilih beristirahat di toko sederhana di pinggir jalan. Karna Riko tak mempunyai uang banyak, riko hanya beli air mineral. “Hmm...hmm…mbak beli airnya satu yah? Boleh numpang istirahat sebentar disini..” Riko sempat terbata bata karna tak disangka ternyata penjualnya adalah gadis seusia Riko yang mengalamai tuna netra. “ Maaf mas sepertinya sedang kabur dari rumah ya ?” gadis buta tersebut berusaha membuka pembicaraan setelah lama saling berdiam diri. “ Kok mbak tahu ? mbak kan….” “Saya tahu saya buta. Tapi saya masih bisa melihat dengan mata hati saya. Maaf kalau boleh tahu, kenapa ya mas kabur dari rumah ? Malah sepertinya mas ini orang kaya ya? Maaf lho mas kalau saya lancang .” “ Tidak papa kok mbak. Kenal kan saya Riko, saya memang kabur dari rumah. Orang tua saya berpisah, saya kecewa dengan mereka.” Riko pun bercerita tentang kisah hidupnya. “Saya Ira. Riko kamu masih beruntng. Tak seperti saya, orang tua saya sengaja membuang saya karna saya buta sejak kecil. Oh ya.. kamu sudah punya tempat tinggal untuk hari ini. Kebetulan di sebelah panti tempat saya tinggal ada kost-an murah. Mungkin kalau berminat.” Ira pun dengan senang hati menawari Riko tempat tinggal. “Hmm.. boleh.. kapan kamu antarkan saya kesana ?” “Maaf saya harus masih menjaga dagangan saya. Mungkin nanti sore. Bagaimana ?” “Baikalah kalau begitu. Bagaimana kalau saya membantu kamu berjualan?” “Boleh,,” Riko pun menemani Ira berjualan. Dengan cepat mereka akrab satu sama lain. Saling menceritakan kehidupan masing-masing, bercanda tawa, hingga Riko pun melupakan kesedihannya. Matahari telah turun. Kembali ke peraduannya. Meninggalkan seberkas cahaya bak emas yang berkilau di langit biru. Semua kembali dari kehidupan penuh peluh dan sesak menuju rumah masing masing dengan berbagai perasaan yang ada. Begitu pula dengan Ira dan Riko yang seharian ini berjualan, dengan perasaan ceria mereka menyusuri jalanan yang ada. Akhirnya tibalah mereka di kost-an yang akan menjadi tempat tinggal untuk Riko. “Bagaimana ? kira-kira kamu betah tidak tinggal disini, Rik ?” tanya Ira. “Betah kok. Oh ya, panti kamu dimana ?” “Masa’ ga kelihatan sih ? jaraknya sekitar 50 meter dari sini. Ya sudah kalau begitu aku pulang dulu, Rik.” Ira pun berpamitan kepada Riko .”Daaaghh..” Keesokan harinya… “Riko…Riko…Ira nih….” “Ooo Ira. Masuk aja. Bawa apa itu ? makanan ya ? wahh kebetulan aku belum sarapan nih.” Riko pun keluar untuk melihat siapa yang datang pagi pagi seperti ini. “Makasih. Aku bawa makanan dari ibu panti. Lumayan kan, kamu bisa ngirit pengeluaran. He..he..he…” “Kamu tau aja kalau aku bawa uang pas pas-an. Kita makan dimana nih ?” Tanya Riko. “Bagaimana kalau kita makan di tempat kita jualan. Sekalian kita berjualan ?” Ira pun menyampaikan idenya. “Boleh. Kalu gitu c’mon. aku sudah lapar.” Sepanjang perjalanan mereka bercanda tawa. Tak ada guratan sedih diwajah mereka, terutama di wajah Riko. Walaupun Riko mempunyai orang tua konglomerat, namun Riko terlihat nyaman bersahabat dengan Ira. Begitu pun sebaliknya, meskipun Ira buta, ia tak terlihat canggung bermain, bercanda tawa, maupun bersahabat dengan Riko. Sehari dua hari, sebulan dua bulan, Riko dan Ira bak adik dan kakak. Riko pun sering main dipanti, membantu Ira berjualan, bahkan membantu Ira mengajar anak anak di panti. Suatu hari Ira menemukan buku harian Riko, tempat Riko menulis puisi, cerpen cerpen, hingga kisah hidupnya. “Eits…buku ini jangan dibuka ya, Ra.” Riko melarang Ira mengambil buku hariannya. “Memang ada apanya sih ? Buat orang penasaran aja.” Kata Ira kesal. “Ada berberapa puisi sama berberapa cerpen, tapi ga bagus bagus banget kok.” “Bacain donk! Please.. penasaran nih. Kita kan sahabat.” Ira pun memohon “Oke. Tapi jangan ketawa kalau cerpennya jelek, janji ya.” Ira pun mengangguk dengan senang. Mulailah Riko membacakan berberapa cerpen yang dibuatnya di kala sedih. Dibacanya dengan serius cerpen tulisan tangannya. Sunyi. Hening tak ada suara lain selain suara Riko yang membaca dengan cerpen dengan menarik. Tak ada tawa yang ditakutkan Riko. Hanya wajah serius yang tampak diwajah Ira. Tak lama kemudian Riko selesai membacakan cerpen karangannya tersebut. “Bagaimana cerpennya ? jelek ya ? kok dari tadi diam terus ?” setelah selesai membaca Riko memberi Ira berbagai pertanyaan. “Kamu bercanda ya ? ini cerpen terbagus yang pernah ku dengar. Beneran ini kamu yang buat ? berarti kau hebat banget dong. Eh, bagaimana kalau puisi juga cerpen kamu kita kirim ke majalah. Lumayan kan kalau keterima, sama sekalian cerpennya juga ya?” Mengirim puisi dan cerpen ke majalah, salah satu ide cerdas yang tak pernah terpikirkan oleh Riko. Apalagi uang Riko mulai menipis. Walau dengan ragu, akhirnya Riko menyetujui ide Ira. “Tapi, aku malu, bagaimana kalau tidak diterima?” Riko pun meragu. “Kita coba dulu. Kalau ditolak, kita tetap berusaha. Udah deh, jangan ragu, besok kita kirim puisi juga cerpenmu.” Ira mencoba memberikan harapan untuk Riko. “Ehm.. baiklah.” Riko pun memutuskan walau sedikit ragu.* * * Keesokan harinya, sesuai janjinya pada Riko. Ira pun bersedia menemani Riko mengirim puisi dan cerpen ke salah satu redaksi majalah remaja. “Duh.. bagaimana ni, Ra ? aku takut cerpen dan puisiku ditolak.” “Sudahlah, Rik, yang penting kita sudah melakukan yang terbaik. Ya, semoga aja puisi dan cerpenmu diterima.” Disaat seperti inilah Ira sangat dibutuhkan oleh Riko, saat dia ragu, Ira selalu memberi semangat, dan saat dia susah, Ira datang dengan harapan baru, menghapus awan hitam yang selama ini menyelimuti Riko. Tak heran kalau Riko terlihat lebih ceria, dan bisa melupakan masa lalu kelamnya. Dua minggu tlah berlalu, dan belum juga ada balasan dari pihak redaksi majalah. Harapan Riko pun semakin lama semakin menipis, bahkan Riko hamper melupakan puisi dan cerpennya. Namun suatu hari. “Ira…ira…” “Ada apa sih, Rik, pagi pagi kok sudah ada di panti ?” Ira pun heran kenapa pagi pagi seperti ini Riko sudah ada di pantinya. “Tadi kata ibu kost ku, ada kiriman untuk aku dari pos. Dan kamu tau apa itu ?Ini bingkisan dari redaksi majalah tempat kita mengirim puisi sama cerpen, jadi…. puisi dan cerpenku diterima…” terang Riko “Ahhh…. Yang benar ? wahh kamu hebat dong, makanya kamu harus percaya diri untuk mencapai sebuah kesuksesan. Oh ya bagaimana kalau kamu juga buat novel. Nanti aku bantu ngetik deh naskanya. Lalu kita kirim ke penerbit.” “Duh.. bagaimana kalau ke beberapa Koran dulu, deh. Kalau ke penerbit bukannya terlalu cepat ya ?” “Oke deh”* * * Meskipun uang yang didapat tak seberapa namun uang tersebut cukuplah untuk menyambung hidupnya sehari hari. Dan lagipula Riko suka menulis puisi “Eh, Rik ? kamu sudah mengirim cerpen mu kemana mana, berarti tingga ke penerbit dong ? Mungkin saja bukumu nanti jadi best seller ?” Hari ini Ira menemani Riko mencari ide untuk cerpen selanjutnya. “Tapi aku nggak yakin, lagipula menulis novel ataupun teenlit itu tak mudah. Harus punya banyak ide.” Riko ragu dengan ide Ira. “Kamu bisa nulis apa saja kan, lagipula aku kan bantuin kamu.” Tawar Ira. “Oke deh aku coba. Makasih yah kamu sudah jadi penyemangatku.” Akhirnya Riko menyetujui pendapat Ira. Berberapa minggu selanjutnya Riko dan Ira sangat lah sibuk. Setiap hari setelah Riko menemani Ira berjualan, gantian Ira lah yang harus menemani Riko menulis naskah novelnya. Genap 3 bulan, akhirnya Riko dapat menyelesaikan novelnya. “Huh, akhirnya selesai juga. Oh, ya Ra, tadi aku lihat ada pengumuman lomba menulis novel. Bagaimana, sebelum ke penerbit mendingan kita coba dulu ikutin lomba novel itu, kalau novel ini bisa menang, berarti kemungkinan besar novel lainnya bisa diterima di penerbit, menurut mu ? “Ide kamu bagus. Kapan lombanya dimulai ?”kali ini ide Riko cukup bagus. Dan Ira pun menyutujui ide Riko. “Kayaknya jum’at depan deh, kamu ikut aku kan ? “Pasti.”* * * Sesuai dengan janjinya, Ira menemani Riko mengikuti lomba membuat novel. Dan setelah menunggu sekitar satu minggu pengumuman pemenang pun diumumkan. Dan tak disangka sangka ternyata novel karya Riko masuk dalam jajaran para pemenang. Rasa senang bercampur terharu jelas dirasakan oleh Riko. “Ira.. Ira.. lihat aku menang, Ra, aku menang..” “Benarkah ? wahhh selamat ya, Rik, kamu memang jago kalau soal nulis menulis. Hadiahnya apa Rik ?” Ira pun ikut senang melihat sahabatnya berhasil. “Hmm..biar aku lihat. Waw! Keren! Biar aku bacakan ya, Ra. Tiap pemenang akan mendapatkan masing masing uang tunai dan kesempatan untuk menerbitkan 3 buku. kebetulan nih. Kesempatan buat aku.”* * * Riko pun semakin sibuk dengan kegiatan menjadi penulis. 2 bukunya sudah, diserahkan ke penerbit, bahkan salah satunya sudah dijual dipasaran. Riko punya keinginan baru, yaitu ia ingin menulis kisahnya mulai dari ia masih bersama orang tuanya hingga ia seperti sekarang ini. “Ra, suatu saat nanti boleh tidak aku ingin menulis kisah persahabatan kita ? aku ingin semua orang tahu, bahwa sahabat dapat membantu kita disaat apapun, boleh kan ?” “Terserah kamu, Rik. Mau seperti apapun kisah yang akan kamu tulis, aku akan selalu membantu kamu.” “Makasih ya, Ra, kamu sudah mau membantu aku selama ini, sampai aku jadi seperti ini.” Ira pun hanya tersenyum, entah mengapa hari ini Ira gelisah sekali, ia takut hadapi hari esok.* * * “Ra, Ira, aku punya kabar bagus banget. Tadi pagi aku dapat telpon dari pihak pernerbit, katanya buku aku best seller. Dan nanti malam aku dapat penghargaan karna buku aku, buku terlaris dalam waktu tersingkat. Kamu besok mau datang kan ? Memang tak disangka ternyata novel karya Riko pun layak dipasaran, bahkan bisa cepat laku hingga menjadi best seller. Berawal dari anak broken home yang super bandel, lalu pergi meninggalkan orang tua, bersahabat dengan gadis buta, ikut berjualan di pinggir jalan, hingga menjadi penulis, sungguh alur kehidupan yang tak pernah disangka oleh Riko. “Aku usahain datang, tapi aku belum bisa janji sama kamu. Soalnya aku kurang enak badan.” Jawab Ira sekenanya. Hari ini Ira tak ingin keluar, entah apa yang ia takutkan, tapi sungguh ia sangat gelisah. “Ira… kamu harus datang dong, selama ini kan kamu yang selalu ada bantuin aku. Giliran sekarang aku sudah nyaris berhasil, kamu nggak ada di sampingku. Please..!” Riko pun memohon agar Ira datang. “Ya sudah, nanti aku datang, tapi nanti kamu duluan saja. Nanti aku menyusul.” Karna tak tega Ira pun meyetujuinya. “Tapi Ra, kamu kan..” “Kenapa ? buta ? meskipun aku buta, tetapi bukan berarti aku tak bisa mandiri kan ? kamu percaya saja sama aku.” “ Ya sudah, aku pulang dulu mau siap siap. Sampai nanti”* * * “Duh.. Ira mana sih ? sebentar lagi acaranya mau dimulai ?” Sudah hampir setengah jam Riko menunggu di halaman gedung, namun Ira tak menunjukkan batang hidungnya. Riko sangat gelisah, bukan karna Ira buta, namun rencananya nanti seusai acara, Riko akan menyatakan perasaannya bahwa ia sangat menyayangi Ira. Namun berberapa menit kemudian. “Itu Ira.. Ra…disini.. kamu denger suaraku kan ?” Namun tak disangka sangka Tiba tiba saat Ira menyebrang, datang mobil dengan kecepatan tinggi. “Akhh… Ira AWAASS….. mobil, ra…” CIAAATT…. Bruaaakk… Teriakan Riko pun tak dapat menghentikan kecelakaan tersebut. Tubuh Ira terpental dan jatuh menabrak pembatas jalan. Tubuh Ira penuh luka dan berdarah darah. Ira pun tak sadarkan diri. “IRAAA…. IRAA.. Ira kenapa ? Bangun ,Ra Bangun, Sadar!! semuanya… jangan diam saja… panggil ambulan… Cepat!! Ra… bangun, Ra” Riko pun terus berusaha membangunkan Ira. “Uhuuk hhmm…Rik…Riko..” Ira sadar lalu memanggil nama Riko. “Iya.. Ra ini aku..sabar ya, Ra. Ambulan Sebentar lagi datang..” “Riko… kamu nggak perlu repot repot, misi ku didunia ini kan sudah berhasil. Maaf yaa, aku nggak bisa menemani kamu hari ini. Meskipun begitu hidupmu harus tetap berjalan, ada atau nggak ada aku.” Kata kata Ira bukan membuat Riko semakin tenang malah semakin panik. Karna setelah itu Ira langsung tak sadarkan diri. “IRAAA… jangan tinggalkan aku, Ra… IRA…” Ira pun terlelap selamanya. Takkan ada lagi canda tawa Ira, takkan ada lagi sindiran Ira, semuanya lenyap dimakan waktu. Sudah dua bulan lebih, Riko hidup tanpa Ira. Riko pun berubah dratis. Senyum Riko pun tak pernah tampak. Kebanyakan hidup Riko diisi dengan berdiam diri melamun di kamar kost nya. Riko pun tak lagi menulis, buku terakhirnya adalah novel yang ia adaptasi dari kehidupannya, bersahabat dengan Ira selama ini. Bahkan novel itu belum sempat Ira baca. Selama setengah tahun Riko hidup dibawah bayang bayang Ira. Dan itu membuat Riko mengalami depresi kuat, sehingga tak lama kemudian Riko meninggal karna depresi. Namun ironisnya, novel terakhir Riko baru meledak dipasaran setelah Riko meninggal dunia. Kata kata Ira yang sangat Riko ingat adalah, you can make the magic, if you believe you can do. Dan kata kata itu lah yang membuat Riko semangat, bahwa ia bisa membuat keajaiban di hidupnya. Selama ini tak ada yang menyangka seorang gadis buta, seperti Ira, bisa membuat sebuah keajaiban hidup untuk seorang anak konglomerat, seperti Riko.

Selasa, 15 Mei 2012

Koperasi ku masa depan ku

Stigma dan konotasi bahwa pasar tradisional adalah becek, kumuh, kotor, dan semrawut belum juga sirna hingga kini. Pasar tradisional juga identik dengan banyaknya pedagang kakilima, preman pasar, atau tempat parkir yang tidak teratur.

Kondisi itu membuat banyak kalangan khawatir pasar tradisional bakal semakin ditinggalkan pembeli. Terlebih kini semakin banyak pasar ritel modern yang bertebaran di berbagai sudut kota, atau juga gerai ritel mini yang mulai menyerbu sampai tingkat kecamatan serta membuka cabang di berbagai kompleks perumahan di kota-kota. Dari sisi harga jual barang pun, banyak item yang ditawarkan pasar tradisional kini tak lagi lebih murah dibanding gerai ritel modern, khususnya kategori hipermarket yang memang menawarkan barang dengan harga sangat kompetitif. Bila seabrek kelemahan ini dibiarkan terus, kematian pasar tradisional hanya tinggal tunggu waktu.

Kenyataannya, ada sejumlah pasar tradisional yang gulung tikar, termasuk di lingkup DKI Jakarta. Tak sedikit pula pasar tradisional yang terbakar, entah disengaja atau tidak, karena penataannya yang semrawut.
Pasar tradisional tak boleh dibiarkan mati. Sebab, pasar tradisional adalah representasi dari ekonomi rakyat, ekonomi kelas bawah, serta tempat bergantung para pedagang skala kecil-menengah. Pasar tradisional menjadi tumpuan bagi para petani, peternak, atau produsen lainnya selaku pemasok.

Benar bahwa secara nasional omzet pasar tradisional masih mendominasi. Dari omzet perdagangan ritel hampir Rp 100 triliun selama 2008, pasar tradisional menguasai 80%. Namun, dari tren beberapa tahun terakhir, pangsa pasar itu terus menyusut.
Itulah sebabnya, pasar tradisional harus diselamatkan. Pasar tradisional yang umumnya berada di bawah pembinaan pemerintah daerah harus dibenahi. Pembenahan tidak semata pada penampilan fisik atau desain kios-kios yang ada, tapi menyangkut semua aspek yang selama ini menghambat kemajuan pasar tradisional.
Di antaranya adalah pembenahan manajemen. Manajemen pasar tradisional perlu lebih profesional. Dalam konteks ini, pemda bisa menggandeng institusi lain untuk memberi pelatihan bagi para pedagang. Selain itu, perlu peninjauan ulang berbagai kebijakan soal retribusi yang dinilai memberatkan. Asosiasi Pedagang Pasar Tradisional Seluruh Indonesia beberapa kali mengeluh sikap pemda yang hanya cenderung mengeksploitasi pasar tradisional dengan memungut retribusi, tapi kurang peduli pada upaya-upaya perbaikan.Pasar tradisional perlu dibersihkan dari preman yang ikut-ikutan menarik pungutan liar, pedagang kali lima, atau parkir-parkir liar yang memperburuk kenyamanan konsumen untuk berbelanja.

Di lain sisi, para pedagang pasar tradisional juga perlu lebih jujur dan profesional. Ada kesan, karena sifat pasar tradisional yang memungkinkan adanya tawar menawar harga, pedagang suka menipu konsumen. Atau, mereka bertindak tidak jujur dengan mempermainkan timbangan yang tidak semestinya.
Sudah saatnya pasar tradisional bangkit dan berbenah, agar tidak kian terpinggirkan dan ditinggalkan konsumen. Pemerintah juga perlu memberikan perlindungan terhadap pasar tradisional. Perlindungan tidak dilakukan dengan membatasi ritel modern. Di sini peran pemerintah sangat penting dengan menerapkan peraturan secara konsisten yang tidak saling merugikan.
Langkah Departemen Perdagangan merevitalisasi pasar tradisional di berbagai provinsi dan kabupaten patut diapresiasi. Swasta juga perlu dilibatkan dalam pembenahan pasar tradisional. Sejumlah pengembang swasta kini membangun pasar tradisional bergaya modern yang nyaman dan bersih.
Pasar tradisional adalah salah satu jantung dan pilar ekonomi rakyat, yang mampu menyerap setidaknya 12,5 juta tenaga kerja. Biarlah pasar tradisional dan modern hidup berdampingan secara harmonis dan tidak saling mematikan, tapi justru saling melengkapi. ( Investor)

Jumat, 13 April 2012

kisah seorang guru dengan muridnya

Seorang ibu guru sedang bersemangat mengajarkan sesuatu kepada murid-muridnya. Ia duduk menghadap murid-muridnya. Di tangan kirinya ada kapur, di tangan kanannya ada pensil. Ibu guru itu berkata, “Saya ada satu permainan… Caranya begini, ditangan kiri saya ada kapur, di tangan kanan ada pensil. Jika saya angkat kapur ini, maka berkatalah “Kapur!”, jika saya angkat pensil ini, maka berkatalah “Pensil!”
Murid muridnya pun mengerti dan mengikuti. Guru berganti-gantian mengangkat
antara kanan dan kiri tangannya, semakin lama semakin cepat. Beberapa saat
kemudian guru kembali berkata, “Baik sekarang perhatikan. Jika saya angkat
kapur, maka sebutlah “Pensil!”, jika saya angkat pensil, maka katakanlah
“Kapur!”. Dan diulangkan seperti tadi, tentu saja murid-murid tadi keliru dan kikuk, dan sangat sukar untuk mengubahnya. Namun lambat laun, mereka sudah biasa dan tidak lagi kikuk. Selang beberapa saat, permainan berhenti.
Sang guru tersenyum kepada murid-muridnya. “Murid-murid, begitulah kita
umat Islam. Mulanya yang haq itu haq, yang bathil itu bathil. Kita begitu
jelas membedakannya. Namun kemudian, musuh musuh kita memaksakan kepada kita dengan perbagai cara, untuk menukarkan sesuatu, dari yang haq menjadi bathil, dan sebaliknya. Pertama-tama mungkin akan sukar bagi kita menerima hal tersebut, tapi karena terus disosialisasikan dengan cara-cara menarik oleh mereka, akhirnya lambat laun kamu akan terbiasa dengan hal itu. Dan anda mulai dapat mengikutinya. Musuh-musuh kamu tidak pernah berhenti membalik dan menukar nilai dan waktu.
“Keluar berduaan, berkasih-kasihan tidak lagi sesuatu yang susah, Zina tidak lagi jadi persoalan, pakaian seksi menjadi hal yang lumrah, tanpa rasa malu, sex sebelum nikah menjadi suatu kebiasaan dan trend, hiburan yang asyik dan panjang sehingga melupakan yang wajib adalah biasa, materialistik kini menjadi suatu gaya hidup dan lain lain.”
“Semuanya sudah terbalik. Dan tanpa disadari, anda sedikit demi sedikit menerimanya tanpa rasa ia satu kesalahan dan kemaksiatan. Paham?” tanya Guru kepada murid-muridnya. “Paham guru…”
“Baik permainan kedua…” begitu Guru melanjutkan.
“Ini ada Qur’an,saya akan meletakkannya di tengah karpet. Sekarang anda berdiri diluar karpet. Permainannya adalah, bagaimana caranya mengambil Qur’an yang ada ditengah tanpa menginjak karpet?”
Murid-muridnya berpikir.
Ada
yang mencoba alternatif dengan tongkat, dan lain-lain.
Akhirnya Guru memberikan jalan keluar, digulungnya karpet, dan ia ambil Qur’an. Ia memenuhi syarat, tidak menginjak karpet. “Murid-murid, begitulah ummat Islam dan musuh-musuhnya…Musuh-musuh Islam tidak akan menginjak-nginjak anda dengan terang-terang…Kerana tentu anda akan menolaknya mentah mentah. Orang biasapun tak akan rela kalau Islam dihina dihadapan mereka. Tapi mereka akan menggulung anda perlahan-lahan dari pinggir, sehingga anda tidak sadar.
“Jika seseorang ingin membuat rumah yang kuat, maka dibuatlah pondasi yang kuat.
Begitulah Islam, jika ingin kuat, maka bangunlah aqidah yang kuat. Sebaliknya, jika ingin membongkar rumah, tentu susah kalau dimulai dgn pondasinya dulu, tentu saja hiasan-hiasan dinding akan dikeluarkan dulu, kursi dipindahkan dulu, Lemari dikeluarkan dulu satu persatu, baru rumah dirobohkankan…”
“Begitulah musuh-musuh Islam menghancurkan kita. Ia tidak akan menghantam terang-terangan, tapi ia akan perlahan-lahan mempengaruhi anda. Mulai dari perangai anda, cara hidup, pakaian dan lain-lain, sehingga meskipun anda muslim, tapi anda telah meninggalkan ajaran Islam dan mengikuti cara yang mereka… Dan itulah yang mereka inginkan.” “Ini semua adalah fenomena Ghazwul Fikri (Perang Pemikiran). Dan inilah yang dijalankan oleh musuh-musuh kita… ”
“Kenapa mereka tidak berani terang-terang menginjak-nginjak, bu?” tanya murid- murid.
“Sesungguhnya dahulu mereka terang-terang menyerang, misalnya Perang Salib, Perang Tartar, dan lain-lain. Tapi sekarang tidak lagi.” “Begitulah
Islam… Kalau diserang perlahan-lahan, mereka tidak akan sadar, akhirnya
hancur. Tapi kalau diserang serentak terang-terangan, mereka akan bangkit serentak, baru mereka akan sadar”.
“Kalau begitu, kita selesaikan pelajaran kita kali ini, dan mari kita berdoa dahulu sebelum pulang…” Matahari bersinar terik takala anak-anak itu keluar meninggalkan tempat belajar mereka dengan pikiran masing-masing di kepalanya…
RENUNGILAH SAHABAT SEMUA..

Cantik itu ???


Cantik ?
apa sih cantik itu ?

many people said that beauty is :
have smooth n white skin . slim . have a long n straight hair .

yups,
sebagian orang emang berpikir cantik adalah seperti yang gua sebutkan di atas.
dan gua cuma sedikit dalam kriteria itu . yaiyalah .
tinggi gua standar , muka juga biasa aja , rambut ngga kaya yang di iklan sampo . badan gua gemuk gga jelas.

but , does beauty still rule in this modern world ?
the answer is YAP !

buktinya ,
dalam memilih pasangan cowok pasti lebih milih cewek yang cantik dan looks perfect aja kan ?
otak kosong sih ngga jadi masalah buat mereka .
cewek yang baik, pinter, mah ngga bakal diliat kalo dia ngga cantik.
iyaa ngga ?

itulah kenapa the beautifull princess always get the prince charming like in fairy tales !

yahyah
heran aja, sekarang kan udah jaman modern and life isnt a fairy tales .
kenapa cowok2 cenderung lebih memilih cewek dengan paras yang oke punya daripada cewek yang punya kemampuan dan intelektual.
mungkin itu jadi kebanggaan bagi sebagian orang ce yang cantik kan bisa dipamerin. tapi buat apa cantik kalo otak kita kosong ? buat apa sexy kalau kita ngga tau apa apa ?

yah mungkin emang ada banyak cowok yang ga ngeliat cowok dari sisi itu . dan ada juga cowok yang cukup buta dan akhirnya ngelirik gua ! xp

*tingtinggg*

so, does beauty still rules ?

Dampak dari Akibat Pergaulan Bebas

Tingginya kasus penyakit Human Immunodeficiany Virus/Acquired Immnune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS), khususnya pada kelompok umur remaja, salah satu penyebabnya akibat pergaulan bebas.Hasil penelitian di 12 kota di Indonesia termasuk Denpasar menunjukkan 10-31% remaja yang belum menikah sudah pernah melakukan hubungan seksual.
Di kota Denpasar dari 633 pelajar Sekolah Menengah Tingkat Atas (SLTA) yang baru duduk di kelas II, 155 orang atau 23,4% mempunyai pengalaman hubungan seksual.
Mereka terdiri atas putra 27% dan putri 18%. Data statistik nasional mengenai penderita HIV/AIDS di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 75% terjangkit hilangnya kekebalan daya tubuh pada usia remaja.
Demikian pula masalah remaja terhadap penyalahgunaan narkoba semakin memprihatinkan.Berdasarkan data penderita HIV/AIDS di Bali hingga Pebruari 2005 tercatat 623 orang, sebagian besar menyerang usia produktif. Penderita tersebut terdiri atas usia 5-14 tahun satu orang, usia 15-19 tahun 21 orang, usia 20-29 tahun 352 orang, usia 30-39 tahun 185 orang, usia 40-49 tahun 52 orang dan 50 tahun ke atas satu orang.
semakin memprihatinkan penderita HIV/AIDS memberikan gambaran bahwa, cukup banyak permasalahan kesehatan reproduksi yang timbul diantara remaja. Oleh sebab itu mengembangan model pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja melalui pendidik (konselor) sebaya menjadi sangat penting.
“Pusat informasi dan konsultasi kesehatan reproduksi remaja menjadi model pemberdayaan masyarakat yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan peranserta individu memberikan solusi kepada teman sebaya yang mengalami masalah kesehatan reproduksi”.
Pelatihan Managemen tersebut diikuti 24 peserta utusan dari delapan kabupaten dan satu kota di Bali berlangsung selama empat hari.
Belum lama ini ada berita seputar tentang keinginan sekelompok masyarakat agar aborsi dilegalkan, dengan dalih menjunjung tinggi nilai hak azasi manusia. Ini terjadi karena tiap tahunnya peningkatan kasus aborsi di Indonesia kian meningkat, terbukti dengan pemberitaan di media massa atau TV setiap tayangan pasti ada terungkap kasus aborsi. Jika hal ini di legalkan sebgaimana yang terjadi di negara-negara Barat akan berakibat rusaknya tatanan agama, budaya dan adat bangsa. Berarti telah hilang nilai-nilai moral serta norma yang telah lama mendarah daging dalam masyarakat. Jika hal ini dilegal kan akan mendorong terhadap pergaulan bebas yang lebih jauh dalam masyarakat.
Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Legalisasi aborsi bukan sekedar masalah-masalah kesehatan reproduksi lokal Indonesia, tapi sudah termasuk salah satu pemaksaan gaya hidup kapitalis sekuler yang dipropagandakan PBB melalui ICDP (International Conference on Development and Population) tahun 1994 di Kairo Mesir.
Pada dasarnya seorang wanita yang melakukan aborsi akan mengalami ; penderitaan kehilangan harga diri (82%), berteriak-teriak histeris (51%), mimpi buruk berkali-kali mengenai bayi (63%), ingin bunuh diri (28%), terjerat obat-obat terlarang (41%), dan tidak bisa menikmati hubungan seksual (59%).
Aborsi atau abortus berarti penguguran kandungan atau membuang janin dengan sengaja sebelum waktunya, (sebelum dapat lahir secara alamiah). Abortus terbagi dua;
Pertama, Abortus spontaneus yaitu abortus yang terjadi secara tidak sengaja. penyebabnya, kandungan lemah, kurangnya daya tahan tubuh akibat aktivitas yang berlebihan, pola makan yang salah dan keracunan.
Kedua, Abortus provocatus yaitu aborsi yang disengaja. Disengaja maksudnya adalah bahwa seorang wanita hamil sengaja menggugurkan kandungan/ janinnya baik dengan sendiri atau dengan bantuan orang lain karena tidak menginginkan kehadiran janin tersebut.
Risiko Aborsi
Aborsi memiliki risiko penderitaan yang berkepanjangan terhadap kesehatan maupun keselamatan hidup seorang wanita. Tidak benar jika dikatakan bahwa seseorang yang melakukan aborsi ia ” tidak merasakan apa-apa dan langsung boleh pulang “.

Ini adalah informasi yang sangat menyesatkan bagi setiap wanita, terutama mereka yang sedang kebingungan karena tidak menginginkan kehamilan yang sudah terjadi. Resiko kesehatan terhadap wanita yang melakukan aborsi berisiko kesehatan dan keselamatan secara fisik dan gangguan psikologis.
Dalam buku “Facts of Life” yang ditulis oleh Brian Clowes, Phd; Risiko kesehatan dan keselamatan fisik yang akan dihadapi seorang wanita pada saat melakukan aborsi dan setelah melakukan aborsi adalah ;
- Kematian mendadak karena pendarahan hebat.
- Kematian mendadak karena pembiusan yang gagal.
- Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
- Rahim yang sobek (Uterine Perforation).
- Kerusakan leher rahim (Cervical Lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
- Kanker payudara (karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita),
- Kanker indung telur (Ovarian Cancer).
- Kanker leher rahim (Cervical Cancer).
- Kanker hati (Liver Cancer).
- Kelainan pada placenta/ari-ari (Placenta Previa) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya dan pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
- Menjadi mandul/tidak mampu memiliki keturunan lagi ( Ectopic Pregnancy).
- Infeksi rongga panggul (Pelvic Inflammatory Disease).
- Infeksi pada lapisan rahim (Endometriosis)

Proses aborsi bukan saja suatu proses yang memiliki resiko tinggi dari segi kesehatan dan keselamatan seorang wanita secara fisik, tetapi juga memiliki dampak yang sangat hebat terhadap keadaan mental seorang wanita. Gejala ini dikenal dalam dunia psikologi sebagai “Post-Abortion Syndrome” (Sindrom Paska-Aborsi) atau PAS. Gejala-gejala ini dicatat dalam ” Psychological Reactions Reported After Abortion ” di dalam penerbitan The Post-Abortion Review.
Oleh sebab itu yang sangat penting untuk diperhatikan dalam hal ini adanya perhatian khusus dari orang tua remaja tersebut untuk dapat memberikan pendidikan seks yang baik dan benar. Dan memberikan kepada remaja tersebut penekanan yang cukup berarti dengan cara meyampaikan; jika mau berhubungan seksual, mereka harus siap menanggung segala risikonya yakni hamil dan penyakit kelamin.
Namun disadari, masyarakat (orangtua) masih memandang tabu untuk memberikan pendidikan, pengarahan sex kepada anak. Padahal hal ini akan berakibat remaja mencari informasi dari luar yang belum tentu kebenaran akan hal sex tersebut.
Nilai Pancasila
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh perusahaan riset Internasional Synovate atas nama DKT Indonesia melakukan penelitian terhadap perilaku seksual remaja berusia 14-24 tahun. Penelitian dilakukan terhadap 450 remaja dari Medan, Jakarta, Bandung dan Surabaya.

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa 64% remaja mengakui secara sadar melakukan hubungan seks pranikah dan telah melanggar nilai-nilai dan norma agama. Tetapi, kesadaran itu ternyata tidak mempengaruhi perbuatan dan prilaku seksual mereka. Alasan para remaja melakukan hubungan seksual tersebut adalah karena semua itu terjadi begitu saja tanpa direncanakan.
Hasil penelitian juga memaparkan para remaja tersebut tidak memiliki pengetahuan khusus serta komprehensif mengenai seks. Informasi tentang seks (65%) mereka dapatkan melalui teman, Film Porno (35%), sekolah (19%), dan orangtua (5%). Dari persentase ini dapat dilihat bahwa informasi dari teman lebih dominan dibandingkan orangtua dan guru, padahal teman sendiri tidak begitu mengerti dengan permasalahan seks ini, karena dia juga mentransformasi dari teman yang lainnya.
Kurang perhatian orangtua, kurangnya penanaman nilai-nilai agama berdampak pada pergaulan bebas dan berakibat remaja dengan gampang melakukan hubungan suami istri di luar nikah sehingga terjadi kehamilan dan pada kondisi ketidaksiapan berumah tangga dan untuk bertanggung jawab terjadilah aborsi. Seorang wanita lebih cendrung berbuat nekat (pendek akal) jika menghadapi hal seperti ini.
Pada zaman modren sekarang ini, remaja sedang dihadapkan pada kondisi sistem-sistem nilai, dan kemudian sistem nilai tersebut terkikis oleh sistem nilai yang lain yang bertentangan dengan nilai moral dan agama. Seperti model pakaian (fasion), model pergaulan dan film-film yang begitu intensif remaja mengadopsi kedalam gaya pergaulan hidup mereka termasuk soal hubungan seks di luar nikah dianggap suatu kewajaran.
Bebera faktor yang menyebabkan terjadinya pergaulan bebas dikalangan remaja yaitu;
Pertama, Faktor agama dan iman.
Kedua, Faktor Lingkungan seperti orangtua, teman, tetangga dan media.
Ketiga, Pengetahuan yang minim ditambah rasa ingin tahu yang berlebihan.
Keempat, Perubahan Zaman.

Nilai Agama
Firman Allah: ” Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut melarat. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu juga. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar.” ( QS 17:31 ). Banyak calon ibu yang masih muda beralasan bahwa karena penghasilannya masih belum stabil atau tabungannya belum memadai, kemudian ia merencanakan untuk menggugurkan kandungannya.

Padahal ayat tersebut telah jelas menerangkan bahwa rezeki adalah urusan Allah sedangkan manusia diperintahkan untuk berusaha. Membunuh satu nyawa sama artinya dengan membunuh semua orang. Menyelamatkan satu nyawa sama artinya dengan menyelamatkan semua orang.
Islam memberikan ganjaran dosa yang sangat besar terhadap pelaku aborsi. Firman Allah: “Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena sebab-sebab yang mewajibkan hukum qishash, atau bukan karena kerusuhan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara keselamatan nyawa seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara keselamatan nyawa manusia semuanya.” (QS 5:32 )
Oleh sebab itu aborsi adalah membunuh, membunuh berarti melakukan tindakan kriminal dan melawan terhadap perintah Allah. Al-Quran menyatakan: “Adapun hukuman terhadap orang-orang yang berbuat keonaran terhadap Allah dan RasulNya dan membuat bencana kerusuhan di muka bumi ialah: dihukum mati, atau disalib, atau dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau diasingkan dari masyarakatnya. Hukuman yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka di dunia dan di akhirat mereka mendapat siksaan yang pedih.” (QS 5:36)
Nilai Yuridis/Hukum
Dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Indonesia Bab XIV tentang kejahatan terhadap kesusilaan pasal 229 ayat (1) dikatakan bahwa perbuatan aborsi yang disengaja atas perbuatan sendiri atau meminta bantuan pada orang lain dianggap sebagai tindakan pidana yang diancam dengan hukuman paling lama 4 tahun penjara atau denda paling banyak tiga ribu rupiah.

Ayat (2) pasal 299 tersebut melanjutkan bahwa apabila yang bersalah dalam aborsi tersebut adalah pihak luar ( bukan ibu yang hamil ) dan perbuatan itu dilakukan untuk tujuan ekonomi, sebagai mata pencarian, maka hukumannya dapat ditambah sepertiga hukuman pada ayat (1) dia atas.
Apabila selama ini perbuatan itu dilakukan sebagai mata pencarian, maka dapat dicabut haknya untuk melakukan mata pencarian tersebut. Kemudian pada pasal 346 dikatakan bahwa wanita yang dengan sengaja menggugurkan kandungannya atau meyuruh orang lain untuk melakukan hal itu diancam hukuman penjara paling lama empat tahun.
Pada pasal 347 ayat (1) disebutkan orang yang menggugurkan atau mematikan kehamilan seorang wanita tanpa persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 12 tahun penjara, dan selanjutnya ayat (2) menyebutkan jika dalam menggugurkan kandungan tersebut berakibat pada hilangnya nyawa wanita yang mengandung itu, maka pihak pelaku dikenakan hukuman penjara paling lama 15 tahun.
Dalam pasal 348 ayat (1) disebutkan bahwa orang yang dengan sengaja menggugurkan kandungan seorang wanita atas persetujuan wanita itu diancam hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan ayat (2) melanjutkan, jika dalam perbuatan itu menyebabkan wanita itu meninggal, maka pelaku diancam hukuman paling lama 17 tahun penjara. Dengan demikian, perbuatan aborsi di Indonesia termasuk tindakan kejahatan yang diancam dengan hukuman yang jelas dan tegas.
Kesimpulan
Telah jelas bagi kita tidak ada dasar bagi Rancangan pembentukan Undang-undang legalisasi aborsi karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, Agama dan Hukum yang berlaku. Legalisasi aborsi akan mendorong pergaulan bebas lebih jauh dalam masyarakat.

Orang tidak perlu menikah untuk melakukan hubungan seks. Sedangkan pelepasan tanggung jawab kehamilan bisa diatasi dengan aborsi. Sedangkan dilarang saja masih banyak terjadi aborsi, bagaimana jika hal ini dilegalkan? Legalisasi akan berakibat orang tidak lagi takut untuk melakukan hubungan intim pranikah, prostitusi karena jika hamil hanya tinggal datang ke dokter atau bidan beranak untuk menggugurkan, dengan kondisi ini dokter ataupun bidan dengan leluasa memberikan patokan harga yang tinggi dalam sekali melakukan pengguguran.
Jika perharinya yang melakukan aborsi 7 s/d 8 orang dan harga sekali aborsi sebesar Rp. 4.000.000,-, berarti dalam satu harinya dokter ataupun bidan bisa meraup keuntungan sebesar Rp. 32.000.000,-. Jika di legalkan hal tersebut lebih berdampak negatif bagi pertumbuhan dan perkembangan remaja, legalisasi tidak memberikan manfaat bagi masyarakat dan bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan Agama, jika bertentangan tidak perlu diterima/dibentuk peraturan tersebut.
Yang terpenting sebenarnya adalah bagaimana remaja dapat menempatkan dirinya sebagai remaja yang baik dan benar sesuai dengan tuntutan agama dan norma yang berlaku di dalam masyarakat serta dituntut peran serta orangtua dalam memperhatikan tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari anaknya, memberikan pendidikan agama, memberikan pendidikan seks yang benar. Oleh sebab itu permasalahan ini merupakan tugas seluruh elemen bangsa tanpa terkecuali, agar menjadi sebuah proritas dalam penanganannya agar tidak terjadi kematian disebabkan aborsi tersebut.

CARA MEMBACA YANG MENYENANGKAN DAN ASIK

Membaca berasal dari kata dasar baca yang artinya memahami arti tulisan. Membaca adalah salah satu proses yang sangat penting untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Tanpa bisa membaca, manusia dapat dikatakan tidak bisa hidup di zaman sekarang ini. Sebab hidup manusia sangat bergantung pada ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Dan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan itu, salah satunya dengan cara membaca.
Di zaman sekarang ini, nampaknya sebagian besar pelajar kurang memiliki minat membaca, terutama membaca buku pelajaran. Ini diakibatkan oleh karena sebagian pelajar tidak memiliki metode dalam membaca, sehingga pada saat membaca timbul rasa malas, bosan, dan mengatuk. Simak deh tip-tip di bawah ini supaya tercipta suasana membaca yang menyenangkan.
Persiapan Sebelum Membaca
  1. Pilihlah waktu yang menurut kita sesuai untuk membaca. Waktu yang sesuai disini adalah waktu dimana tidak terdapat gangguan, baik dari luar maupun dari dalam diri kita. Waktu yang sesuai disini hanya kita sendiri yang tahu kapan. Namun, sebagain besar orang percaya bahwa waktu yang baik untuk membaca, khususnya buku pelajaran, adalah di pagi hari.
  2. Pilihlah tempat dan suasana yang sesuai untuk membaca, yaitu tempat yang terang, sejuk, bersih, nyaman, tenang dan rapih menurut kita sendiri.
  3. Pastikan posisi membaca kita adalah posisi yang benar. Posisi yang benar pada waktu membaca adalah duduk dengan posisi badan tegak, tidak bungkuk, dan pastikan jarak antara buku dengan mata kita kurang lebih 30cm.
  4. Siapkan juga hal-hal yang biasanya membantu kita dalam membaca, seperti pensil atau spidol.
  5. Ada baiknya sebelum belajar kita berdoa terlebih dahulu sesuai dengan kepercayaan masing-masing supaya ilmu yang kita dapat bermanfaat.
Berbagai Jenis Membaca
Terdapat 3 cara umum membaca di dalam kehidupan sehari-hari dilihat dari apa tujuan proses membaca tersebut.
  1. Membaca sebagai hiburan tanpa perlu memeras otak terlalu keras. Bacaan yang mengandung unsur hiburan disini contohnya novel, cerpen, komik, majalah ringan dll.
  2. Membaca untuk memperoleh ilmu pengetahuan yang tujuannya adalah mencari dan memahami ilmu yang terkandung dalam bacaan tersebut.
  3. Membaca kritis. Membaca disini sama dengan membaca untuk mencari ilmu. Namun membaca disini diikuti oleh proses menelaah isi bacaan tersebut, misalnya dengan pertanyaan-pertanyaan apa itu?, mengapa bisa terjadi?, oleh siapa?, kapan?, dimana? dan bagaimana itu bisa terjadi? Dalam membaca kritis, kita membuat bacaan sebagai lawan yang harus dikalahkan dengan cara mengetahui dan memahami seluruh isinya.
Belajar dengan menggunakan metode membaca kritis akan menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Kita tidak hanya diminta untuk memahami isi bacaan tapi juga diajak berpikir kreatif mengenai isi tersebut. Tertarik dengan membaca kritis? Simak deh aturan main dalam membaca kritis di bawah ini :
  1. Melakukan survei isi buku. Langkah awal yang harus kita lakukan adalah membaca terlebih dahulu bahan bacaan secara sepintas pada bagian-bagian tertentu saja. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran umum mengenai bacaan tersebut.
    Bagian-bagian yang perlu diperhatikan adalah :
    · Paragraf awal, paragaraf akhir dan juga beberapa paragraph di tengah.
    · Bagian daftar isi, gambar-gambar, tabel dan grafik yang memiliki gambaran umum mengenai bacaan tersebut.
    · Soal-soal yang mungkin terdapat dalam bacaan tersebut.
  2. Membuat pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini biasanya akan timbul pada saat kita melakukan survei. Jika tidak terdapat pertanyaan, usahakan cari apa yang kita tidak mengerti, minimal ada sebuah kata yang kita tidak tahu artinya dan beri tanda pada bagian-bagian yang tidak dimengerti tersebut.
  3. Membaca. Merupakan langkah dominan dalam metode ini. Membaca disini sebagai langkah untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam proses survei. Baca dengan teliti dan seksama paragraf demi paragraf, bagian demi bagian untuk menangkap pokok-pokok pikiran dari tiap bagian. Usahakan jangan pindah bagian jika kita belum mengerti dan memahami bagian tersebut.
  4. Evaluasi. Merupakan langkah dimana terdapat pertanyaan apakah kita sudah menguasai bahan? Yakinkan bahwa kita sudah memahami bahan bacaan tersebut. Jika belum, coba cari apa yang anda tidak mengerti dan temukan jawabannya.
  5. Meninjau ulang. Merupakan langkah terakhir kita dalam membaca kritis. Cobalah kita tutup dulu bukunya, kemudian pikirkan apa yang sudah didapat dari bacaan tersebut. Tuliskan hasil pikiran tersebut dalam secarik kertas, dan bandingkan dengan apa yang terdapat pada buku bacaan.

Gara-gara Roti, Napi Ditusuk

Gara-gara sepotong roti, Syamsul Maarif, napi LP Batu, Pulau Nusakambangan, Cilacap, kini harus mendapat perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Margono Soekarjo (RSMS). Dia mengalami luka tusuk di bagian perut akibat ditusuk rekannya sesama napi.

''Yang bersangkutan mengalami luka tusuk cukup parah. Ada satu luka tusuk di bagian perut. Panjang luka goresan mencapai 5 centimeter,'' kata Sugeng Joko , perawat di ruangan itu,

Menurutnya, napi asal Kebumen itu dirujuk dari RSUD Cilacap. Namun, dia menyebutkan kondisi Syamsul saat ini sudah membaik. Hal ini ditandai dengan tekanan darahnya yang sudah stabil, kondisi sadar, dan sudah bisa diajak berkomunikasi.

''Dia dirawat di sini untuk pemulihan. Karena kondisinya sudah membaik, kemungkinan besok sudah bisa dipindah ke bangsal perawatan biasa,'' kata perawat tersebut.

Selama dirawat di Margono, napi tersebut mendapat penjagaan petugas lapas. Petugas tersebut melarang wartawan untuk mengambil gambar pasien, meski pihak rumah sakit tidak mempermasalahkannya.

Kepala LP Batu, Mirza Zulkarnain, membenarkan adanya napi binaannya yang mengalami luka tusuk dan kini dirawat di rumah sakit. Menurutnya, kasus penusukan yang terjadi.
sebenarnya terjadi karena masalah sepele.

''Persoalannya sangat sepele. Hanya karena masalah utang-piutang roti seharga Rp 6.000 antara Syamsul dan Syarif Anthoni, sesama napi LP Batu,'' kata Mirza.

Menurutnya, kejadiannya berawal dari ucapan Syamsul menagih roti yang pernah diberikan pada Syarif. ''Mungkin karena cara menagihnya kasar atau bagaimana, Syarif menjadi tidak terima sehingga langsung main tusuk saja,'' katanya.

Syarif kini telah ditempatkan diruang isolasi sebagai bentuk sanksi terkait tindakannya. Bahkan, menurutnya, kasus ini juga akan diusut oleh kepolisian karena menyangkut masalah pidana.